GMAHK Konferens DKI Jakarta dan Sekitarnya  
Struktur Organisasi Excom & Bylaws Institusi Kontak
Home
Adventist Logo


Ringkasan Dua Puluh Delapan Dasar-dasar Kepercayaan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
 

11. Orang-orang jahat yang masih hidup pada kedatangan Kristus kedua kali akan dibunuh oleh kemuliaan kedatangan-Nya. Mereka bersama dengan orang-orang jahat yang telah mati sepanjang zaman, akan menantikan kebangkitan kedua, pada akhir seribu tahun. (2 Tes. 1:7-10; 2:8; Yud. 14, 15; Why. 20:5, 12, 15; Yoh. 5:28, 29; Kis 24:15; Yes. 24:21, 22.)

12. Pada akhir seribu tahun, peristiwa-peristiwa berikut ini akan terjadi: (a)Kristus dan orang-orang benar akan turun dari surga, bersama Kota Suci, YeruBaru (Why. 21:2, 10); (b) Orang jahat yang mati akan dibangkitkan untuk penghukuman akhir (Why. 20:11, 12); (c) Orang-orang jahat akan menerima upah dosa yang terakhir bilamana api turun dari Allah di langit untuk menghanguskan mereka (Why. 20:7-10, 14, 15); dan (d) api ini, yang menghancurkan pekerjaan dosa, akan menyucikan dunia. (2 Ptr. 3:10-14; Mal. 4:1, 3; Why. 20:8, 4.)

13. Dunia, yang disucikan oleh api dan dibarui oleh kuasa Allah, akan menjadi tempat tinggal yang kekal dari umat tebusan. (2 Ptr. 3:9-13; Yes. 65:17-25; 35:1-10; 45:18; Mat. 5:5; Mal. 4:1-3; Ams. 11:31.)

14. Hari ketujuh dalam pekan adalah tanda kekal dari kuasa Kristus sebagai Pencipta dan Penebus, dan merupakan hari Tuhan, atau Sabat orang Kristen, yang merupakan meterai Allah yang hidup. Hari itu harus dikuduskan dari matahari terbehari Jumat hingga matahari terbenam hari Sabtu. (Kej. 2:1-3; Kel. 16:23-31; 20:8-11; Yoh. 1:1-3, 14; Yeh. 20:12, 20; Mrk. 1:21-32; 2:27, 28; Yes. 58:13; Luk. 4:16; 23:54-56; 24:1; Kis. 17:2; Ibr. 4:9-11; Yes. 66:22, 23; Im. 23:32.)

15. Pernikahan adalah lembaga pemberian Allah sejak dari Taman Eden, sebelum dosa masuk ke dunia. Yesus menghargai lembaga pernikahan dan mekesucian dan keutuhannya. Perjanjian Baru berulangkali menegaskan kesucian hubungan pernikahan, dan mengajarkan bahwa hal ini harus dimasuki dengan janji setia dan kemurnian moral seumur hidup. Keintiman seksual antara pria dan wanita di luar pernikahan atau antara sesama jenis kelamin bertentangan derencana Ilahi dan dipersalahkan oleh Alkitab sebagai dosa. Para pengikut Yesus melalui karunia-Nya akan mempertahankan kesucian moral dalam pedoman Alkitabiah ini mengenai hubungan seksual. “Karena inilah kehendak Allah: penguyaitu supaya kamu menjauhi percabulan” (1 Tes. 4:3).

Suami istri Kristen harus mengasihi dan menghargai satu sama lain sebagaiAllah mengasihi dan menghormati mereka. Mereka diperintahkan untuk medan menghargai anak-anak mereka, memperlakukan mereka dengan lem-but, mengajarkan mereka untuk mengasihi dan melayani Allah. Untuk hal ini mereka harus melaksanakan kebaktian keluarga, menghadiri Sekolah Sabat dan acara kejemaat lainnya, dan sedapat mungkin bersekolah di sekolah yang dijalankan oleh gereja. Demikian juga anak-anak harus memenuhi tanggung jawab mereka untuk menghormati dan menuruti orangtua mereka. (Kej. 2:21-24; Ul. 4:6, 7; Mat. 19:3-9; 1 Kor. 6:9-11; Ef. 5:24, 25, 28; Kol. 3:18-21; 1 Tes. 4:3-8; Ibr. 10:23-35; 13:4; 1 Ptr. 3:7).

16. Persepuluhan itu suci bagi Tuhan dan merupakan cara Allah untuk menyokong pelayanan-Nya. Persembahan yang tulus adalah juga bagian dari rencana Allah untuk menyokong pekerjaan-Nya di seluruh dunia. (Im. 27:30-32; Mal.3:8-12; Bil. 18:20-28; Mat. 23:23; Ams. 3:9, 10; 1 Kor. 9:13, 14; 2 Kor. 9:6, 7; Mzm. 96:8.

17. Kekekalan hanya bersumber dari Injil, dan diberikan sebagai karunia dari Allah pada kedatangan Kristus yang kedua kali. (1 Kor. 15:21, 22, 51-55; Mzm. 146:3, 4; Pkh. 9:5, 6, 10; 1 Tim. 6:15, 16; 2 Tim. 1:10; 1 Yoh. 5:11, 12).

18. Keadaan manusia dalam kematian adalah tidak sadar. Semua orang yang baik maupun yang jahat adalah sama, tinggal dalam kubur sejak kematian hingga kebangkitan. (Pkh. 9:5, 6; Mzm. 115:17; 146:3, 4; Ayub 14:10-12, 21, 22; 17:13; Yoh. 11:11-14; 1 Tes. 4:13; Yoh. 5:28, 29).

19. Orang Kristen dipanggil kepada pengorbanan, dan kehidupannya harus ditandai oleh kehati-hatian dalam perilaku dan kesopanan dan kesederhanaan dalam berpakaian. (1 Tes. 3:13; 4:3, 7; 5:23; 1 Ptr. 2:21; 3:15, 3-5; Yes. 3:16-24; 1 Kor. 10:31; 1 Tim. 2:9, 10. Lihat hlm. 17, 176-183).

20. Orang Kristen harus mengakui tubuhnya sebagai bait Roh Kudus. Karena itu ia akan menghormati Allah dengan menjaga tubuhnya secara bijaksana, mengdengan cukup hal-hal yang baik dan menghindari penggunaan hal-hal yang berbahaya, tidak memakan yang haram, tidak menggunakan, menghasilkan, atau menjual minuman beralkohol, tidak menggunakan, menghasilkan, atau menjutembakau dalam segala bentuk yang dikonsumsi manusia, dan tidak menyalahdan berjual beli narkotik atau obat bius lainnya. (1 Kor. 3:16, 17; 6:19, 20; 9:25; 10:31; 2 Kor. 7:1; Gal. 5:17-21; 6:7, 8; 1 Ptr. 2:9-12; 1 Kor. 10:1-11; Im. 11:1-8

21. Gereja tidak akan kekurangan satu karunia pun, dan adanya karunia nubuat merupakan satu tanda pengenal gereja yang sisa. (1 Kor. 1:5-7; 12:1-28; Amos 3:7; Hosea 12:10, 13; Why. 12:17; 19:10. Lihat hlm. 15, 33, 35). Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh mengakui bahwa karunia ini telah diwujudkan dalam kehidupan dan pelayanan Ellen G. White.

22. Alkitab mengajarkan satu organisasi gereja yang pasti. Anggota organisasi ini memiliki tanggung jawab yang suci untuk tunduk, menyokong dengan setia, dan bersama-sama memeliharanya. Mereka dinasihati untuk tidak meninggalkan persekutuan. (Mat.16:16-18; Ef. 1:10-23; 2:19-22; 1 Kor. 14:33, 40; Titus 1:5-9; Mat. 18:15-18; 1 Kor. 12:12-28; 16:1-3; Ibr. 10:25; Kis. 4:32-35; 6:1-7).

23. Baptisan dengan diselamkan melambangkan kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus, dan secara terbuka menyatakan iman dalam karunia-Nya yang menyelamatkan serta penolakan atas dosa dan dunia, dan diakui sebagai syarat masuk ke dalam keanggotaan jemaat. (Mat. 3:13-17; 28:19; Kis. 2:38, 41-47; 8:35-39; 16:32, 33; 22:16; Rm. 6:1-11; Gal. 3:27; Kol. 3:1-3. Lihat hlm. 30, 33, 35).

24. Upacara perjamuan kudus memperingati kematian Juruselamat; dan partisipasi anggota tubuh adalah penting untuk pertumbuhan dan persekutuan Kristen. Ini harus didahului oleh upacara pembasuhan kaki sebagai persiapan untuk upacara yang kudus ini. (Mat. 26:26-29; 1 Kor. 11:23-26; Yoh. 6:48-56; 13:1-17; 1 Kor. 11:27-30).

25. Dalam kehidupan Kristen terdapat perpisahan sepenuhnya dari perbuat-an dunia, seperti bermain kartu, menonton bioskop, berdansa, dan lainnya, yang cenderung untuk menumpulkan dan merusak kehidupan rohani. (2 Kor. 6:15-18; 1 Yoh. 2:15-17; Yak. 4:4; 2 Tim. 2:19-22; Ef. 5:8-11; Kol. 3:5-10. Lihat hlm. 178-183).

26. Melalui penyelidikan firman, Allah berbicara kepada kita, memberikan terang dan kekuatan; dan melalui doa jiwa dipersatukan dengan Allah. Ini adalah cara surga untuk memperoleh kemenangan dalam pertentangan melawan dosa dan untuk perkembangan karakter Kristen. (Mzm. 19:7, 8; 119:130; Yoh. 6:63; 17:17; 1 Ptr. 2:2; 1 Tes. 5:17; Luk. 18:1; Mzm. 55:17; Yes. 50:4).

27. Setiap anggota jemaat berada di bawah perintah kudus dari Yesus untuk menggunakan talentanya dalam pekerjaan memenangkan jiwa secara perorangan dalam membantu menyampaikan Injil kepada seluruh dunia. Bila tugas ini sudah seYesus akan datang. (Mat. 25:14-29; 28:18-20; Why. 22:17; Yes. 43:10-12; 2 Kor. 5:17-20; Rm. 10:13-15; Mat. 24:14).

28. Sesuai dengan keseragaman cara Allah menghadapi umat manusia, mengamarkan mereka akan peristiwa masa depan yang akan menentukan nasib meIa telah mengirimkan kabar kedatangan Kristus yang sudah dekat. Kabar perini dilambangkan dengan pekabaran tiga malaikat dalam Wahyu 14, dan didalam Pergerakan Kedatangan Kristus Kedua Kali dewasa ini. Hal ini telah menggerakkan umat yang sisa, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, yang memelihukum Allah dan iman kepada Yesus. (Amos 3:7; Mat. 24:29-34; Why. 14:6-10; Zef. 3:13; Mi 4:7, 8; Why. 14:12; Yes. 26:2; Why. 22:14.)

<< halaman 1   ke atas

Adventist Beliefs
Mission & Service
Bible Study